Buku dibaca penafsir sebagai catatan, baik catatan ilmu maupun catatan perbuatan. Buku yang terbuka umumnya dibaca sebagai urusan yang sudah jelas dan bisa dibaca siapa saja, sedangkan buku yang tertutup dihubungkan dengan sesuatu yang sengaja belum dibuka. Penafsir Nusantara memberi perhatian pada keadaan bukunya: buku yang rapi dibaca sebagai persoalan yang tertata, dan buku yang robek atau berdebu dibaca sebagai urusan lama yang ditinggalkan begitu saja. Menerima buku dari orang lain sering dihubungkan dengan nasihat yang akan datang, meski belum tentu diminta.
Kode erek-erek: 61
2D: 61 · 16 · 72 · 83
3D: 161 · 272
4D: 1610 · 2721